Tata Cara Daftar Haji di Kota Pekanbaru ^_^

Wah udah kotor dan berdebu nih blog saya🙂. Lagi males banget yang namanya nulis, blog walking mah tetep jalan.

Alasan klasik banget yah.

Kali ini ingin bercerita tentang tata cara daftar haji di Kota Pekanbaru.

Syarat – syaratnya adalah :

1. Membuka rekening tabungan haji untuk setiap orang yang akan pergi haji. Dikarenakan kami berdua telah memiliki tabungan di Bank Syariah Mandiri (BSM), maka untuk tabungan haji kami juga membuka di Bank BSM. Biaya untuk daftar haji adalah Rp. 25.000.000/orang, karena kami buka di BSM maka biaya yang harus kami setor adalah Rp. 25.100.000 (setiap bank memiliki aturan yang berbeda terkait berapa jumlah minimal yang harus ditinggalkan di rekening). Ada beberapa bank yang menyediakan layanan berupa rekening tabungan haji. Diantaranya : BNI, BRI, Bank Muamalat. Daftar bank ini dapat dilihat di kantor departemen agamanya langsung atau bisa ditanyakan ke pihak banknya.

“Apa sih bedanya tabungan haji ini dengan tabungan biasa ?” itu pertanyaan yang terlintas dikepala saya, berikut beberapa hal yang dapat saya simpulkan :

– Tabungan haji ini tidak akan kena biaya administrasi setiap bulannya.

– Tabungan haji ini akan dilock sampai kita berangkat haji, artinya jika kita akan menabung ke tabungan haji untuk persiapan berangkat haji, bisa dilakukan tapi uang tersebut tidak dapat dicairkan kecuali hanya untuk kepentingan pelunasan biaya haji.

2. Setelah kita membuka rekening tabungan haji, kita datang kekantor DEPAG terdekat untuk melakukan pengisian SPPH dengan membawa persyaratan :

– Fotokopi KTP depan belakang pada 1 halaman

– Fotokopi Buku nikah

– Fotokopi Kartu Keluarga

Dikantor DEPAG kita melakukan pengisian SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Pastikan semua data yang kita isi benar, terutama No. KTP, Nama, Tanggal Lahir, No. Rekening Tabungan Haji (Kami sempet salah waktu mengisinya :D). Setelah itu petugasnya akan menginput data kita ke sistem pendaftaran haji secara online, setelah data diprint, sekali lagi kita memastikan apakah data yang telah diinput sudah benar atau belum. Setelah semua datanya benar dan ditanda tangan, SPPH dibawa kembali ke Bank (Kalau kami di Bank BSM).

3. Sebelum ke Bank, kita harus foto dulu. Biasanya pihak DEPAG merekomendasikan studi foto tertentu untuk foto, karena foto ini ada aturannya juga, dimana yang tampak adalah muka kita dengan kategori foto harus 80%. Untuk jilbab dan baju ga boleh yang berwarna warni dan bermotif. Tapi tenang saja, pihak studio foto telah menyediakan jilbab yang harus kita gunakan jika tidak sesuai aturan. Begitu juga dengan baju, jadi suamiku memakai baju bergaris – garis dan itu ga boleh, alhasil dia menggunakan jas😀. Pihak studio foto telah menyiapkan foto yang mesti dibawa ke DEPAG dalam satu berkas dan foto yang lainnya untuk keperluan bank.

4. Kembali ke bank untuk mendapat nomor porsi haji dengan membawa Foto, Buku rekening dan tentunya SPPH yang telah ditanda tangani. Pihak bank akan me-online-kan data kita dan akan menerbitkan nomor porsi haji dan melakukan penempelan foto. Setelah semua selesai, maka kita harus membawa berkas itu ke DEPAG lagi. DEPAG lah yang menentukan tahun berapa kita berangkat haji berdasarkan nomor porsi. Selesailah semua proses tersebut dan mari menunggu waktunya🙂. Kami diinformasikan oleh pihak DEPAG nya akan berangkat tahun 2030 tapi bisa maju.

Kami cek di website Haji Kemenag, tahun 2026 berangkatnya, berikut capturenya :

* Me🙂

Evi

* Suami🙂

danang

Alhamdulillah, selesai juga semuanya ^_^. Semoga dipermudah dan di ridhai ALLAH Swt🙂

05 Juni 2014 (6 Bulan Azzam)

Kemarin, tepat 6 bulan usiamu nak, doa terbaik selalu terpanjatkan kepadamu. Menjadi anak sholeh, pinter, sehat selalu, kelak ketika engkau dewasa menjadi orang yang bermanfaat untuk semua orang. Alhamdulillah, bunda bisa memberikan full ASI kepadamu nak tentunya dengan penuh perjuangan, bunda yakin dengan memberikan ASI secara full kepadamu maka kedekatan hati kita akan terjalin dan selalu ada kontak batinmu denganmu sayang :*. Makasih juga buat ayah yang terus berada disamping bunda untuk menguatkan ^_^, maafin bunda ya ayah jika masih belum menjadi istri yang sempurna bahkan ayah sering terlupakan ketika bunda sedang bersama Azzam😉.

6 bulan, itu berarti dirimu udah mulai MPASI. Pelajaran makan pertamamu dengan pisang dan sekarang sudah dikombinasi dengan menggunakan tepung beras. Makanmu lahap nak dan teruslah begitu yah sampai engkau besar, semoga niru ayah dan bundamu dimana ga pilih – pilih makanan, apa aja dimakan🙂. Anyway, Azzam mulai MPASI itu seminggu sebelum tanggal 5. Semenjak dirimu ga pup hampir sebulan, maka bunda selalu concern dengan pup mu nak, apalagi sudah MPASI begini dimana pup harus setiap hari. 2 hari diawal mulai makan, dirimu pupnya lancar alias setiap hari, dang deng dong, setelahnya itu kok 4 hari dirimu belum pup, mulailah bundamu ini khawatir dan grasah grusuh, akhirnya pulang kerja diputuskan untuk melakukan pijatan ILU ke azzam, eh besoknya pup deh azzam *Ntah karena pijatan ILU atau karena memang sudah saatnya azzam pup🙂.

Azzam udah bisa apa ajah yah sekarang :

a. Ngoceh2 gitu, seringnya bilang ABAABA, lagi diajarin buat bilang AYAH sama BUNDA😀

b. Senangnya lompat2, kalo di berdiriin gitu, pasti loncat2 deh, bahkan mandi ataupun makan, maunya sambil berdiri, hadeh tutup telinga😀

c. Kalo tidur, muter2 kayak gasing, kalo bunda dan azzam udah bobok duluan dan ayah bagian nyusul, pasti deh ga akan kebagian tempat tidur😀

d. Merangkaknya udah makin lancar apalagi kalo ada barang yang mau diambil, pasti cepet banget merangkaknya🙂 … sekarang kalo mau dikalang pakai bantal atau guling, udah harus 2 tingkat🙂

e. Senyumnya ngangenin dan gantenggggg banget🙂

f.  Semua benda maunya dimasukkin ke mulut, hmmmmm … jadi mesti tarik2an nih ama bundanya😀

Narsis bareng ayah🙂

10312131_10204099810242339_5293514146101856220_n

 Narsis bareng bunda🙂

10372784_10204129691709357_510175244575636331_n

Ini dia yang ulang bulan ^_^10358573_10204214900919534_5289736468176595146_n

Persoalan Pup Mas Azzam ^_^

Upss, pagi – pagi udah ngomongin tentang Pup *maaf yah bagi yang sedang sarapan🙂.

Jadi mas azzam ini udah 3 minggu belum pup, Katanya jika masih full ASI maka batas bayi ga pup adalah 21 hari dan berharap pada batas terakhir tersebut mas azzam pup, tunggu menunggu ternyata mas azzam belum pup juga😦, bingung dan sedih … apakah ini normal atau ada yang salah dengan pencernaannya. Semua ikut bingung jadinya, bahkan saat telpon, neneknya yang di Palembang selalu membuka pertanyaan dengan “Azzam udah pup hari ini ?” … Ampe bundanya share ke facebook tentang case azzam ini, ada yang menyarankan kedokter. Akhirnya setelah diskusi dengan ayahnya, jika sampai sabtu / 10 Mei 2014, ini azzam belum pup juga (artinya udah 1 bulan loh) maka kita bawa kedokter. Secara hati nurani, bundanya ini ga mau azzam dibawa kedokter karena takut diapa-apain (Kesannya gimana gitu :D), terlalu parno aja bundanya. Akhirnya menjelang sabtu ini, bundanya searching diinternet tentang case azzam ini, berbagai cara dilakukan :

1. Bundanya rajin makan pepaya dan pisang, ampe kelenger rasanya🙂

2. Bundanya rajin makan sayuran berkuah walaupun menunya itu – itu lagi, tapi demi anak, semua akan dilakukan. Bener ga bu ibu semua🙂 ?

3. Cek perut azzam, bagian kanan dan kiri apakah keras ? jika keras katanya sembelit. Alhamdulillah azzam enggak, normal – normal saja.

4. Cek kondisi azzam sehari – hari, apakah masih ceria atau mulai nangis mulu. Alhamdulillah masih ceria ^^

5. Bundanya belajar cara  pijat tuina di youtube dan dipraktekkan di azzam😀

6. Setiap hari azzam diajak gerakan mengayuh sepeda🙂.

7. Mengoleskan baby oil di sekitar anus azzam.

8. Sugesti terus ke azzam untuk pup😀

Ketika pulang kerumah dikamis siang, azzam belum pup juga. Akhirnya bunda bilang ke Azzam “Azzam, pup yah nak … karena kalo azzam ga pup, sabtu kita ke dokter”. Ternyata dan ternyata, kamis sore, mbak dirumah sms mengabarkan kalo azzam udah pup. Alhamdulillah, senengnya banget banget, ga khawatir lagi. Sampe rumah, pertanyaan yang berulang – ulang selalu ditanyakan “Pupnya banyak ga :D” “Bentuk pupnya gimana ? mencret ga ?”. Bahkan kejadian pagi ini lucu sekali, azzam pup lagi dunks tapi dibak mandinya🙂. Semua yang dirumah langsung ketawa ngakak dan ekspresi muka azzam yang bingung gitu😀, Langsung bundanya komentar “Wah azzam mau nunjukkin pup nya ke bunda nih, karena kemarin bundanya belum lihat”.

Sungguh tingkah laku anak itu menggemaskan🙂,bahkan pernah ada satu kata – kata yang benar adanya :

“Peluk dan Ciumlah anak kita setiap hari, karena ada satu masa, ketika mereka udah remaja, mereka tak mau lagi dipeluk dan dicium kita (Maklum, masuk masa remaja kali yah :))”

Salam cium dari azzam :*

Image

Persalinan ^^

Sudah lama tangan ini ga menuliskan apa yang ada dikepala🙂 … Mari kita buka tulisan pertama ini dengan menceritakan proses kelahiranku ^_^

Cuti pun dimulai tanggal 02 Desember 2013. Rencana saya akan melahirkan dirumah mama Lubuk Linggau, perjalanan kesana akan ditempuh dengan jalan darat selama 12 jam. Mari kita cerita kronologisnya yah ^_^ :

1. Jumat/ 29 November 2013, mama udah nyampe Pekanbaru, dua hari (Sabtu – Minggu) kita sibuk buat pindahan.

2. Senin / 02 Desember 2013 kami pulang dan semoga debay ga lahir dijalan😀 … Akhirnya jam 8 malem, nyampe rumah juga. Perjalanan jauh dengan perut yang udah besar itu sungguh suatu pengalaman yang amaizing, mulai dari pinggang yang pegal, maunya BAK terus, mau ditahan minumnya ga bisa …

3. Selasa / 03 Desember 2013 saya periksa ke Dokter Jasman SpOG (Saya memilih dia untuk membantu persalinan dikarenakan dia dokter yang sudah berpengalaman🙂 bahkan untuk sectio cesar, persalinan anak pertama ini buat deg – degan juga) … Setelah di USG, beliau memastikan saya bahwa debay nya Cowok dan HPL nya 22 Desember 2013, 2 dokter di Pekanbaru pun mengatakan hal yang sama …

4. Rabu / 04 Desember 2013, Saya masih santai saja dan berniat buat jalan pagi setiap harinya menjelang hari persalinan agar bisa melahirkan normal, bahkan tetap melakukan pekerjaan rumah. Perlengkapan debay juga belum dibeli kecuali yang dibawa dari Pekanbaru, rencananya hari Minggu, karena sepupu ingin ikut membelikannya juga.

5. Jam 12 Malam, Rabu / 04 Desember 2013, Saya seperti BAK ditempat tidur, saya langsung ketoilet buat memastikannya … saya pikir ini masih biasa saja, saya masih sempat shalat. Ternyata seperti itu lagi dan kali ini mengeluarkan darah, apa ini tanda – tanda mau melahirkan, tapi kenapa perut saya ga merasakan mulas – mulas. Akhirnya, bangunkan mama dan menyarankan buat telpon ke RS nya, pihak RS menyarankan setelah shalat subuh kesana. Menunggu waktu tersebut, saya ga bisa tidur lagi dan mulai merasakan perut yang mulas walaupun belum terlalu sering …

6. Kamis / 05 Desember 2013. Setelah subuh kami ke RS, setelah di cek ama bidannya ternyata masih bukaan 1 *Untuk ngecek bukaan, Hmmmm sakitnya bukan main jenderal, kalo dokter / bidannya akan ngecek bukaan, saya udah takut duluan* Dikarenakan masih bukaan 1 dan saya udah pecah ketuban serta berniat normal, maka akhirnya Induksi … Walah, setelah Induksi, rasanya makin sesuatu banget, debaynya seperti lari – lari dalam perut … Rasanya mau nyerah deh, mana muntah 2 kali, jadi apa yang dimasukkan keperut, semua keluar semua … udah lemas banget rasanya, udah minta maaf aja sama mama dan mohon doanya biar dilancarin semuanya … Induksi 4 jam (6 – 10 pagi), pas di cek bukaannya ternyata masih 1.5 dan dokter mengatakan juga masih jauh, air ketuban sudah mulai sedikit karena udah pecah ketuban jam 12 malam, diriku sudah mulai lemas juga … Akhirnya diriku memilih buat operasi. Dokternya mengatakan, jika ingin normal, ini masih lama dan beresiko juga karena air ketuban mulai kering.

7. Kamis / 05 Desember 2013, Akhirnya Jam 10 pagi diputuskan untuk Operasi, persetujuannya ditanda tangani Papa (Ayah masih di Tanjung Pinang ^^) … Di RS Bersalin Dwi Sari belum ada ruangan operasi , sehingga operasi akan dilaksanakan di RSUD yang letaknya lumayan jauh… Merasakan naik ambulance dengan pergerakan debay yang sesuatu itu buat diri ini pasrah seadanya (Udah lemas banget rasanya, apalagi ga ada makanan yang masuk). disitulah kulihat Papa dan Mama yang nangis karena melihat kesakitan yang diderita anaknya, betapa cinta mereka begitu besar.

8. Kamis / 05 Desember 2013, Akhirnya Jam 12 pagi operasi dilakukan, karena udah lemas akibat muntah 2 kali, ga ada rasa takut sedikitpun sewaktu akan dioperasi, udah pasrah betul diri ini. Pesan Papa, Pasrah yah nak dan jangan lupa berdoa ^^. Semua alat operasi sudah terpasang dan sudah disiapkan, dokter anastesi siap menyuntikkan bius di pinggang dan setelahnya pinggang kebawah mati rasa, dokter melakukan tugasnya bahkan sambil ngobrol juga … sangking ngantuknya karena ga tidur dari jam 12 malam, sempet – sempetnya mau tidur pas dioperasi, eh diajak ngobrol deh ama dokter anastesinya *mungkin takut, diriku kenapa – napa yah kalau tidur😀 … Jam 1 an gitu, debaynya langsung keluar dan tanpa disadari diri ini meneteskan airmata … Pas operasi itu yang terasa adalah waktu dokter menekan perutnya untuk mengeluarkan debaynya.

Jadi kalo ditanya, apakah operasi caesar itu menyakitkan, jawabannya ENGGAK, tapi setelah operasi dan obat biusnya hilang, maka rasa sakit itu dimulaaaaiiiii kawans, bahkan perawatan setelah operasi itu lama jendral, bahkan sampe sekarang masih suka terasa nyeri – nyeri … Niat awal adalah melahirkan dengan normal, tetapi apadaya tangan tak sampai😀.

Azzam waktu baru lahir ^^

1454748_10202896980252341_1001162996_n

 Azzam 4 bulan ^^

1902732_10203757167916495_851884324_n

Touring PP Pekanbaru – Perawang ^_^

Bercerita tentang weekend ini, sungguh menyenangkan dan tentunya menguras energi juga ^^. Menyenangkan karena si dedek ditengokin sama uti dan kakungnya dari sragen dan ayahnya yang ganteng. Dikunjungi keluarga memang selalu menyenangkan, karena saya yang selama ini sendirian dirumah, berasa rame tuh rumah dan tentunya saya tak merasa sepi. Agendanya adalah mengunjungi saudara – saudara uti sama kakung di Pekanbaru, dan kita memutuskan untuk ke Perawang, Yupss Perawang, yang jaraknya sekitar 1.5 jam dari Pekanbaru, awalnya mau sewa mobil tetapi setelah dipikir – pikir, kita memutuskan untuk naik motor, walaupun suami awalnya berat hati karena saya sedang hamil gede dan itu sangat jauh, tetapi kuyakinkan suami kalo saya akan baik – baik saja dan dedek pasti kuat *sambil kedip – kedip mata sama si dedek.

Perjalanan dimulai sekitar jam 2 siang, dengan bermodalkan panduan arah jalan dari saudara, soalnya suami juga tidak tau jalannya😀 *nekat banget yah kita, sebenarnya suami pernah ke perawang tapi itu sudah 4 tahun yang lalu dan naik travel alias kendaraan umum ditambah lagi dia pergi pada malam hari, maka otomatis dia tidak ingat lagi. Bismillah, kita berangkat dari rumah menuju ke rumbai sampai menemukan jalan masuk ke chevron *informasi awal yang kita terima begitu. ternyata setelah menemukan jalan masuk ke arah chevron, saya makin ragu dikarenakan jalannya begitu sepi, akhirnya kita bertanya ke 2 orang dan mereka mengatakan, itu jalan yang benar, tetapi mengapa hati saya masih ragu, langsung bilang ke suami “coba telpon saudara dulu, kok feelingku mengatakan kalau kita salah jalan”, akhirnya setelah ditelpon, yaksss kita benar salah jalan, akhirnya kami puter arah menuju ke arah kandang kuda valas *mana nyasarnya udah jauh euy, hampir 10 km😦. Itupun kita harus bertanya ke orang dulu dimana arah kandang kuda valas, benar – benar buta jalan kami semua😀. Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, kami menemukan dimana kandang kuda valas, ternyata itu adalah akses cepat menuju ke perawang melalui jalur chevron, perbedaannya jaraknya sekitar 20 km jika kita lewat jalan lintas timur. Saya pikir perjalanan kami hampir sampai, maklum temans, saya merasakan lama sekali perjalanan ini apalagi dengan membawa si dedek di perut😀. ternyata, perjalanan kami masih panjang, karena setelah keluar dari jalan chevron yang begitu mulus, kami harus menempuh jarak sekitar 15 – 20 km lagi kekota Perawangnya dengan jalan yang membuat kami berdua terguncang😀, alias banyak gelombangnya. Perjalanan yang seharusnya 1.5 jam saja, kami tempuh menjadi 2 jam, rasa badan mau rontok semua, alhamdulillah memiliki suami yang sangat pengertian, sesampainya ditempat saudara, langsung tidur – tiduran lah saya dengan dipijetin suami😉. Saudara menyuruh kita untuk nginep disana dan pulangnya besok pagi, tetapi suami inginnya pulang kerumah walaupun ditanya dulu ke istrinya ini apakah masih kuat untuk melanjutkan perjalanan pulang, saya mah kuat – kuat aja dan bismillah, latihan buat dedek juga ^^. Jam 7 malam kami pulang ke Pekanbaru, susahnya perjalanan malam itu adalah jika tak ada lampu jalan dan kita naik motor, mana sepanjang jalan masih hutan, itu rasanya penuh sensasi deh … apalagi ada kejadian dimana ada 4 motor yang nyalip dan kebut – kebutan, penumpangnya anak muda, takutnya mereka geng motor gitu *Pekanbaru kan lagi heboh – hebohnya geng motor, dengan tetap berdoa semoga perjalanan kami lancar dan tak ada apapun yang menghalangi kami, akhirnya kami sampai di Pekanbaru sekitar jam 20.30 malam, perjalanan pulang ini bisa ditempuh dengan jarak 1.5 jam saja, maklum, udah hapal jalannya🙂.

Jika ditanya gimana rasanya touring dengan motor PP Pekanbaru – Perawang dengan total dijalan hampir 3.5 jam, rasanya sesuatu sekali, apalagi dengan perut yang telah membesar ini … Sampai dirumah langsung tepar dan pegal semua nih badan😀.

Minggu ke – 28 ^_^

Pagi ini ingin bercerita tentang kehamilan, memasuki usia minggu ke – 28, hal yang dirasakan juga berbeda :

  • Susah tidur : Untuk orang seperti saya yang tidurnya suka – suka alias “Lasak”, sekarang sudah tidak bisa lagi selama kehamilan yang semakin membesar ini, dikarenakan si dedek akan segera berontak jika dia tidak merasa nyaman, maka menemukan posisi yang nyaman sebelum tidur adalah hal yang wajib dilakukan agar tidurnya nyenyak walaupun ga nyenyak juga karena pasti akan terbangun tengah malam untuk sekedar minum.
  • Semakin sering merasa gerah : di kehamilan minggu ke – 28 ini, diriku sering sekali merasakan gerah. tiada hari tanpa kipas angin, tau sendiri kan kalo Pekanbaru itu panasnya buanget2😦. ditambah lagi, sekarang ada pemadaman bergilir setiap harinya selama 2 jam, apalagi kalau mati lampunya tengah malam, maka secara otamatis saya bangun untuk mencari kipas manual, langsung kipasin sendiri dengan mata tetap terpejam😀.
  • Telapak Kaki mulai merasakan sakit : Setiap bangun tidur, telapak kaki rasanya seperti ditusuk – tusuk jarum, sakit sekali😦. Apalagi jika banyak melakukan aktivitas secara berdiri, maka langsung pegal banget nih kaki. Nah secara kita sendirian dirumah, maka semua pekerjaan rumah tangga ya kita lakukan sendiri, dihari sabtu minggu itu puncak semuanya. ya mulai dari mencuci, masak, nyapu, ngepel, itu semua membutuhkan kita untuk berdiri melakukannya.
  • Merasa Begah : Alhamdulillah di kehamilan minggu ke – 28 ini saya tidak kesulitan dalam memilih makanan untuk dimakan, semuanya mau dilahap saja, tetapi ya itu deh, perut sering merasa begah kalau kekenyangan dan rasa nyodok ke paru – paru.
  • Nafas berasa ngos – ngos an : Nafas terasa sering ngos – ngosan sekarang, apalagi jika melakukan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, terasa cepat sekali capeknya … Kayaknya harus banyak latihan pernapasan ini mah …
  • Menjadi semakin sensitif : Sensitifnya saya adalah menjadi cengeng, entah itu karena kangen ayah kami yang di Tanjung Pinang ataupun ketika perut merasa kencang.
  • Sering sakit pinggang : Dengan semakin membesarnya perut maka sakit pinggang pun sering dirasakan …

Sungguh, perjuangan seorang ibu ketika hamil itu merupakan jihad baginya, karena apa yang dia rasakan setiap bulannya itu berbeda … Dia mengalaminya selama 9 bulan lebih ^_^

Menikah saja sudah merubah semua pola pikir + kebiasaan hidup kita karena kita hidup bersama dengan seseorang yang memiliki semua hal yang berbeda dengan apa yang kita lakukan, itulah laki – laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lainnya. Beruntung saya memiliki suami yang bersedia menyediakan bahunya untuk saya bersandar ketika lelah dengan semuanya.

Menjadi calon ibu membuat kita berpikir dewasa dan lebih menghargai orang tua terutama ibu. karena inilah yang dirasakannya. Seorang suami pun akan bersikap lebih dewasa dan siaga ketika istrinya hamil ^_^.

So teman – teman semua, nikmati saja setiap proses kehidupan kita dan jangan meminta dipercepat ataupun diperlambat, jika semua sudah waktunya maka kitapun harus siap. Buat yang masih single, nikmati saat – saat seperti ini untuk menyenangkan hati kedua orang tua dan Travelling tentunya😉 *sungguh saya kangen travelling😀. Buat yang sudah menikah dan belum dikaruniai momongan, nikmati menjadi seorang istri dengan selalu berusaha menyenangkan suami, dimulai dari menyajikan masakan yang enak😉 *saya pun lagi belajar untuk ini.

Saya teringat satu kutipan yang indah tapi lupa sumbernya dari mana :

“Jangan mendikte ALLAH untuk urusan yang bukan area kerja kita, sebagai hambanya yang beriman, yang kita lakukan adalah dengan berdoa dan berusaha serta melakukan semua hal yang ALLAH suka sehingga kita akan mudah diberi oleh-Nya”

Udah pada tau semua kan maksud dari mendikte🙂.

Selamat hari senin semuanya dan mari semangat bekerja ^_^

LDR …

Hari ini ayah pulang ke Tanjung Pinang, melakukan kewajiban dan tugasnya disana … walaupun sering ditinggal seperti ini dikala ayah harus kembali ke tempat tugasnya, rasanya tetap sedih juga dikarenakan ayah sudah cukup lama di Pekanbaru, sekitar 10 hari an *Betul – betul rezeki si dedek ini karena bisa ditemenin sama ayah dalam waktu yang lama ^_^.

Banyak hal yang kita bicarakan sebelum kita menikah, termasuk ketika kita berkomitmen untuk tetap bekerja dan bila tempat kerja kita saling berjauhan, apakah kita telah siap untuk menerima itu semua. Dengan lantang dan penuh percaya diri, saya menjawab itu semua dengan “SIAP”. Setelah menjalani itu semua, saya tahu bahwa itu tidak semudah ucapan, diperlukan hati yang lapang dan ikhlas untuk menjalani semua. Semua orang memiliki komitmen dalam hidupnya masing – masing dan ada prinsip dalam kehidupannya yang ia terapkan bersama keluarga kecilnya, tentunya dengan mempertimbangkan semua resiko baik positif dan negatifnya. Inilah prinsip yang keluarga kecil kami pilih, dengan tetap yakin bahwa ada ALLAH Swt yang akan menemani kami selalu walaupun terpisah jarak, itu membuat kami tenang … Berdo’a dan berusaha selalu agar ayah bisa segera pindah ke Pekanbaru sehingga kami bisa bersama terus ^_^.

Bagaimana dengan teman – teman semua, LDR setelah menikah ? apakah siap dengan itu semua ?