Endometriosis

Baiklah, saya harus berusaha membangun positif thinking setiap harinya agar diri ini tidak terlalu stress dan penyakit ini segera teratasi ^_^. Itulah kalimat positif yang berusaha saya bangun.

Kemarin, yah tepatnya kemarin saya mendengar kata – kata “Endometriosis” dari dokter kandungan, penyakit apakah ini, pertanyaan yang terlontar dari saya “Kemungkinan saya punya anak masih besar kan dok ?”. Iyah, kemarin saya menekatkan diri untuk pergi ke dokter kandungan sendiri *iya sendiri, karena saya pun berharap bisa ditemani oleh suami setiap harinya๐Ÿ˜ฆ. Awal mula saya ke dokter kandungan adalah, nyeri hebat di perut saya yang berlangsung hampir 5 hari ini, nyerinya persis seperti orang yang mau haid, tetapi saya masih positif thinking dan berpikir apakah ini tanda – tanda kehamilan, dengan semangat 45 dan tentunya secercah harapan untuk memiliki anak, saya pun memastikannya dengan test pack dan hasilnya “Negatif”, SEDIH ??? jika ditanya seperti ini, siapa yang tidak sedih, karena harapan memiliki anak itu bukan bagi kita sendiri tetapi bagi kedua orang tua kita terutama mama dan papa yang mengharapkan cucu pertama mereka, tetapi saya dan suami masih positif thinking, mungkin test pack nya salah dan kita test lagi setelah telat haidnya, walaupun saya sudah tak yakin lagi, karena dari beberapa literatur di internet yang saya baca, keakuratan test pack hampir mendekati dengan hasil aslinya dan kemungkinan salah adalah sangat kecil.

Awalnya kedokter ingin bersama suami, tapi karena rasa sakit ini sudah tak dapat lagi ditahan, maka saya pergi sendiri. Saat bertemu dengan dokternya, seperti biasa ditanya keluhannya dan saya ceritakan semuanya dan dokter menyarankan USG Transvaginal, mendengarnya pun baru pertama kali, ternyata sakit sekali dan dalam hati berdoa semoga ini menjadi yang terakhir untuk USG tersebut. Dokternya langsung menyebutkan “Endometriosis”, awalnya saya bingung itu apa dan setelah dijelaskan oleh dokter pun tetap bingung, lalu dokter menyarankan untuk tes lab CA 125, tes ini hanya mengambil sampel darah, dokter pun memberikan resep obat yang merupakan ramuan dari mahkota dewa tapi telah dibuat dalam bentuk kapsul. Sejujurnya, apapun yang dijelaskan dan diresepkan oleh dokter, saya tidak mengerti satupun, yang terlintas dalam pikiran saya “Benarkah saya akan susah memiliki anak” Sedih bahkan sangat sedih tapi saya sudah tak mampu untuk mengeluarkan air mata, hanya terlintas pikiran negatif dikepala saya, setelah dikantor saya cari semua informasi tentang “Endometriosis”, tambah down lah mental saya, alhamdulillah saya memiliki suami yang selalu menyemangati dan untuk selalu positif thinking ย serta tidak stress dengan ini semua.

Doakan yah teman – teman semua agar saya baik – baik saja dan hasil labnya juga bagus, serta dapat memiliki anak yang lucu – lucu ^_^

Jika ada yang mau share cerita yang sama dan memberikan solusi yang terbaik, ditunggu yah temans.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s