BANDA ACEH [25 MARET 2013]

Ini adalah hari terakhir kami berada di Sabang, berada di Pulau Iboih, berada di pantai yang tercantik yang pernah kutemui, wajar jika banyak orang luar negeri yang betah kesini bahkan untuk jangka waktu yang lama, bisa sampai berbulan – bulan loh, mau tau aktivitas apa  yang mereka lakukan disana : Snorkeling, Diving … setiap harinya loh itu, ga bosen apa yah mereka😀. Dari beberapa tulisan yang saya baca bahwa mereka sangat betah di Indonesia karena alamnya yang asli, sedangkan di negara mereka, semuanya sudah serba buatan tangan manusia, jadi berbanggalah menjadi orang INDONESIA dengan segala kekurangannya, tugas kita sebagai warga negara yang baik, menjaga alam yang sudah begitu cantik ini dan mempromosikannya agar tidak diakui menjadi milik negara lain. Bahkan, sangking betahnya mereka di INDONESIA, ada yang rela mengeluarkan uang ber juta bahkan bermiliyar rupiah untuk menyewa sebuah pulau di Indonesia dan menjadikannya tempat tinggal mereka dan bisa jadi pendapatan mereka, contohnya Pulau Cubadak yang di kelola orang orang Italia ^_^. Bahkan saat dibandara Polonia Medan, ada sepasang cewek asal Inggris yang menceritakan jika dia menyukai Indonesia karena disini serba murah, yaiyalah bok, jika dibandingkan dengan negaranya yang menggunakan mata uang poundsterling, sungguh sangat jimplang jendral😀.

Wah saya malah cerita kemana – mana nih temans😀. Satu hal lagi yang saya azamkan adalah, saya akan mengunjungimu lagi SABANG tercinta bersama suami, bila perlu bersama anakku juga. Mari diaaminnkan semua temans.

Kami menuju ke Pelabuhan Bebas Sabang, untuk menuju ke Banda Aceh, kami memilih menggunakan feri lambat / feri yang bisa angkut orang juga kendaraan ( kenapa memilih ini ??? biar kita merasakan pengalaman keduanya baik feri cepat ataupun yang lambat tentunya harga tiketnya jauh lebih murah, bisa sampai sepertiga dari yang cepat dan katanya juga jika sedang beruntung kita bias melihat lumba – lumba di sisi kapal ). Perjalanan membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 – 2,5 jam. Harga tiketnya antara Rp. 15.000 – Rp. 20.000/orang, feri berangkat pukul 08.00 pagi. Banyak loh bule yang naik feri ini ^_^

Ini ferinya, seperti feri penyebrangan Merak – Bakauheni ^_^Feri Lambat

Feri Lambat Sabang

Banyak pemandangan yang bisa kita lihat selama naik feri lambat ini, bahkan ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu ada sekeluarga bule (Bapak, Ibu, Anak dan Menantu) itu ngobrol seru banget dari awal kapal berangkat sampai kapal tersebut tiba di kota Banda Aceh, dalam hati saya berkata “Ini mereka ga capek apa yah ngobrol terus :D”. Sesampainya kami di Banda Aceh, kami mencari Becak Motor yang bisa kami sewa sampe jam 20.00 untuk keliling kota Banda Aceh, Tepat jam 21.00 kami akan pulang ke Medan dengan menggunakan bus yang sama. Akhirnya setelah tawar menawar, dapatlah harga Rp. 100.000, jadi jika anda mau keliling Kota Banda Aceh bisa sewa becak motor dengan harga sewa sekitar Ro. 100.000 – Rp. 150.000, Pintarlah tawar menawar temans ^_^.

Inilah beberapa Landmark Kota Banda Aceh yang kami kunjungi :

1. Masjid Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya. Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968). Mesjid ini kemudian telah diperluas dan saat ini memiliki 7 kubah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.

Dikutip dari Wikipedia

Masuk ke masjid ini tidak dipungut biaya, seperti halnya jika memasuki tempat ibadah maka gunakanlah pakaian yang sopan.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman

Dikarenakan kami sangat capek sekali, kami memilih beristirahat sebentar didalam masjid sembari menunggu waktu shalat dzuhur. Kami sempat ketiduran loh😀, karena udara Kota Banda Aceh sedang panas – panasnya, maka kami memutuskan perjalanan selanjutnya adalah sekitar pukul 14.00 saja sekalian kami memulihkan tenaga. Masjid Baiturrahman tetap berdiri kokoh saat tsunami datang ditahun 2004. Subhanallah ^_^.

2. PLTD Apung

Kapal PLTD Apung ini terdampar ke darat sejauh 5 km dari tempatnya berlabuh di laut Ulee Lheue Banda Aceh saat kejadian tsunami pada tahun 2004. Kapal dengan bobot 2.600 ton ini dahulunya digunakan untuk mensupply arus listrik kepada masyarakat di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, ketika Aceh dilanda konflik yang mengakibatkan sering terganggunya pasokan listrik ke pelanggan.

Sekarang kapal ini telah menjadi situs/bukti keganasan gelombang tsunami yang telah menelan korban nyawa rakyat Aceh 300.000 jiwa. Setiap harinya kawasan ini banyak di kunjungi oleh turis mancanegara maupun lokal yang ingin menyaksikan keajaiban Tuhan ini.

Sumber Ini

Waktu kami mengunjungi PLTD Apung ini, sedang ditutup untuk umum karena sedang dilakukan renovasi dan akan dilakukan peresmiannya pada bulan April, sewaktu kami kesana, ada rombongan Pak Hari Jaya Pahlawan (HJP) yang merupann Direktur Operasi Indonesia Barat, kami menggunakan kesempatan ini kepada petugasnya dan mengatakan bahwa kami juga ornag PLN pak *apa hubungannya coba, hahaha. akhirnya kami dan beberapa orang yang telah datang kesana diijinkan masuk, yihaaaaa rayuan maut kita berhasil.

Bukti kami telah bertemu dengan Pak HJP yah *Penting ga sih😀PLTD Apung

PLTD Apung - Banda Aceh

3. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh, di Banda Aceh, Indonesia, adalah sebuah museum yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencanagempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Sumber Wikipedia

Informasi mengenai MuseumTsunami Aceh, bisa dilihat di website berikut ini

Desain Museum Tsunami Aceh ^_^Desain Museum Tsunami Aceh

Sumber Ini

View Depan Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami

Hal yang sangat mengecewakan adalah ketika kami ingin masuk kedalam, tepat disaat itu juga mati lampu sehingga penerangan didalam tidak ada jadi kami belum diizinkan masuk sampai listriknya nyala, padahal seharusnya mereka menyediakan genset sehingga tidak mengecewakan orang yang ingin masuk melihat keindahan Museum Tsunami Aceh, apalagi kami dari jauh loh😦.

4. Kapal yang berada diatas rumah penduduk, Lampulo – Banda Aceh

Inilah tujuan kami terakhir, melihat kapal yang terdampar di desa Lampulo – Banda Aceh. Kapal ini digunakan untuk mencari ikan dan saat Tsunami datang, kapal ini terseret oleh tsunami sampai kerumah penduduk dan menyangkut diatasnya. Maka diperkirakan air saat itu tingginya sampai serumah itu. Banyak penduduk yang diselamatkan oleh kapal tersebut, dan sampai sekarang kapal tersebut masih bagus, walaupun beberapa sudah rusak tetapi telah dilakukan pemugaran untuk mempertahankan bentuknya.

Kapal diatas rumah penduduk - Banda Aceh

Kapal diatas rumah penduduk - Banda Aceh 02Demikianlah perjalanan saya selama 3 hari di kota Sabang dan Banda Aceh. Menyenangkan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s